Membaca output uji normalitas homogenitas dan uji hipotesis
Pernahkan kalian dipusingkan dengan penerimaan dan penolakan hipotesis?
kenapa pada uji normalitas/ homogenitas justru dikatakan normal/ homogen ketika sig > 0.05 namun saat hipotesis penelitian dikataan diterima ketika nilai sig < 0.05?
Jadi begini kaidah sederhananya DALAM KONDISI APAPUN, ketika sig lebih dari 0.05 artinya SAMA, kurang dari 0.05 BERBEDA. (ga usah pikirin maksudnya sama beda gimana langsung saja lanjut kebawah).
1. Pada uji normalitas jika dikaji lebih dalam, ketika signya lebih dari 0.05 maka maknanya persebaran erornya dianggap membentuk fungsi distribusi normal (SAMA dengan fungsi dstribusi normal) jadi sig > 0.05 data berdistribusi nrmal.
2. Pada uji homogrnitas (menguji sama atau tidaknya variansi) ketika sig > 0.05 maka dianggap variansi beberapa kelompok sampel SAMA, maka dari itu sig > 0.05 dikatakan variansi antara kelompok sampel SAMA / nama lainnya Homogen.
3. Pada uji t (misal uji beda) , ketika sig > 0.05 artinya rata-rata 2 kelompok sampel dianggap SAMA, sementara hipotesis penelitian akan mengatakan ada perbedaan yg signifikan antara kondisi A dan kondisi B, jadi hipoteis diterima ketika sig < 0.05. (Maknanya kondisi A dan Kondisi B memiliki rata-rata yang BERBEDA).
4. Begitu juga untuk uji korelasi ataupun regresi, ketika signya < 0.05 artinya tinggi rendahnya nilai suatu variabel (variabel independen) mengakibatkan PERBEDAAN tinggi rendahnya variabel dependennya, maknanya variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. sementara hipotesis penelitian akan mengatakan variabel independen (apapun namanya) berpengaruh terhadap variabel dependen. Jadi hipotesis diterima ketika sig < 0.05.
vidio tutorial lengkapnya ada di channel youtube statistik model apip
ini link nya
Cara membaca output uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis
ini link nya
Cara membaca output uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar